Sabtu , Agustus 19 2017
Home / Inspirasi / Kalau Begini Akhirnya
Foto ilustrasi (dok. annisa rohmah | Duta Wisata Indonesia 2014)

Kalau Begini Akhirnya

 

Aku terguncang-guncang di dalam kantong plastik. Langkah lelaki yang menentengku, setengah berlari. Dalam kondisi seperti ini, aku berusaha berpikir dengan jernih. Lelaki ini pasti sedang terburu-buru. Tadi ia begitu saja muncul di hadapanku. Aku diraihnya dalam satu gerakan cepat. Ia seolah tidak ingin memberi kesempatan kepadaku untuk kaget barang sejenak.

Hey, tentu saja aku kaget! Bisa nggak sih mengambilku pelan-pelan, atau paling enggak periksa dulu apa benar aku yang kamu cari?

Aku akan tersinggung kalau nanti aku dikembalikan karena salah sasaran. Atau jangan-jangan, lelaki ini benar-benar salah. Aku jadi mengomel sendiri. Sudah pasti dia tidak akan mendengar omelanku. Dia terlalu sibuk memacu langkah. Oh bukan, bukan itu, omelanku tadi hanya dalam hati saja. Andai bisa, aku juga ingin berteriak.

Tolong ya, jalannya jangan turbo! Memangnya enak terguncang dalam kantong plastik pengap? Duh, gimana nih, aku puyeng, mulai mual. Kalau muntah ya sudah keciprat badan sendiri. Yaikss!

Oh ya, sebelum muntah, aku mencoba berpikir lagi. Bagaimana ceritanya aku ditenteng seorang lelaki? Lebih mengagetkan lagi, lelaki ini masih sangat muda. Ini sudah jelas karena tadi aku melihatnya memakai seragam sekolah. Aku ini untuk siapa? Untuk teman, gebetan, kakak, atau pacarnya? Sebenarnya ini bukan urusanku. Tetapi, sumpah, aku penasaran.

Lebih baik aku penasaran begini untuk mengalihkan kepala puyeng, kan?

Terguncang lagi, terguncang lagi.

Sekarang aku bahkan bisa mendengar deru napasnya. Baru saja mau mengomel lagi, langkah lelaki itu melambat. Aku mulai mengembalikan keseimbangan posisi, dan pikiran. Lalu langkahnya benar-benar berhenti.

“Kok lama banget sih, Alex?”

Oh, nama lelaki ini ‘Alex’ rupanya. Kudengar suara seorang wanita. Walau nadanya mengeluh dan sedikit marah, suara wanita itu terdengar sangat manja. Kutebak ia anak sekolahan juga.

“Sorry, sorry, tadi aku nyasar dulu,” jelas Alex.

Aku terayun. Rasanya sekarang aku telah berpindah ke tangan sang wanita.

“Eh tapi makasih, ya,” ucap sang wanita.

“Apa sih yang enggak buat kamu, Tiara.”

Yaelah, Lex.

Oke, Alex sedang berbicara dengan wanita bernama Tiara. Aku paham sekarang, Alex membawaku untuk Tiara. Dari kalimat gombalnya, rasanya Tiara ini seseorang yang spesial baginya. Mungkin pacar, atau calon pacar. Alex pasti sedang cari muka.

Tersera, Lex.

Kantong terbuka. Udara siang menyusup masuk. Akhirnya, aku tidak jadi muntah. Baru saja berlega diri, aku terperanjat. Tiara mendongak, lalu melengking histeris.

“Kok yang ini, sih, Lex?!”

Ampun, Tiara, suaramu itu lho!

“Lho, salah?? Kan merek itu yang kamu minta.”

“Mereknya udah bener, tapi bukan jenis yang ini!”

Nah kan, salah. Aku tersinggung lho, Lex, kalo dikembaliin lagi.

“Kan sama buat nambal-nambal juga.”

“Enak aja, beda tauk!”

Iya, enak aja, beda-beda tauk!

“Emang ini apaan?”

“Ini yang maxi. Aku nyari yang ultra thin.”

Ayo, Tiara, sekalian aja jelasin bedanya. Bilangin tuh ada yang pake sayap, bisa terbang kayak peri-peri gitu. Alex pasti belum tau. Duh, aku pengen ketawa.

“Aku kan cowok, mana ngerti.”

“Bukan soal cowok apa bukan. Kamu sih tadi bukannya dicatet dulu malah melengos buru-buru pergi.”

Betul tuh, Tiara. Tadi aja aku main langsung diambil aja. Periksa-periksa dulu, kek.

“Jadi gimana, nih?”

“Ya balikin. Tuker sana!”

Apa? Balikin lagi??

“Ya, Tiara…”

“Bodo, ah!”

Ya, Tiara.. Lho, aku jadi belain Alex.

“Nggak mau pake ini dulu?”

“Ya udah, kamu aja yang pake!”

Eh, Tiara, hati-hati kalo ngomong. Kamu tau kan Tiara, dalam kondisi seperti ini, Alex bisa aja ngikutin semua kemauanmu. Masak aku nemplok ke… i-tu-nya.. Alex?

Kalau tahu begini akhirnya, aku lebih memilih muntah di jalan.

***

Kalau Begini Akhirnya adalah cerpen karya Oddie Frente, Koordinator Komunitas Fiksimini 

 

Artikel Terkait:

Tentang admin

Selain publikasi, tim Gregetan juga menyediakan online & digital campaign, layanan content, content creation, content partnership, native ads dan social media consulting. Info lebih lanjut hubungi redaksi@gregetan.com

Cek juga yang ini..

Cewek Tertarik Sama Cowok yang Bisa Main Gitar

Selain sifat yang jauh dari nyebelin plus tampang kece, yang namanya pacaran juga butuh modal …

  • reza

    Yhaa.. ternyata si ‘aku’ ini ….

  • Dedi Rahyudi

    Hahaha lucuk, Gan!

  • Nida-khonsa-alfiyah

    Dikira apa!