Jumat , September 22 2017
Home / Astaga / Mau Kuliah, Ikuti Pilihan Sendiri atau Pilihan Orangtua?
Selain milih jurusan, biasanya kamu juga pertimbangin kampus favorit sebagai pilihan via ui.ac.id

Mau Kuliah, Ikuti Pilihan Sendiri atau Pilihan Orangtua?

 

Setelah jalanin ujian tengah semester dan menjelang akhir tahun begini, kamu yang udah kelas tiga SMA mulai mikir mateng-mateng mau kuliah apa dan di mana. Mungkin mau pilih jurusan apa udah kebayang karena biasanya nggak jauh-jauh dari kesukaan kamu di sekolah. Kalo soal kampus mana yang dipilih, mestinya yang ada jurusan kesukaan kamu dan kampus favorit yang diincer banyak orang. Nah, pas milih jurusan ini biasanya kamu beda pendapat sama orangtua. Kamu pengen kuliah sastra Inggris atau Indonesia, tapi orangtua sih pengen teknik elektro atau teknik informatika. Nggak jarang loh kamu atau orangtua sama-sama ngotot dengan pilihannya.

Suasana begini kadang bikin kamu nggak enak hati dan bisa aja ganggu konsentrasi persiapan UN. Bahkan nggak jarang juga kamu atau orangtua sama-sama ngotot dan ujung-ujungnya bisa aja saling diem. Dalam situasi begini, mestinya kamu nggak usah ngotot tapi coba renungin aja dulu saran orangtua. Kamu mesti yakin orangtua kamu itu pengen kamu sukses dan bahagia kok dengan pilihannya. Begitu juga kamu milih jurusan itu karena kamu yakin bisa sukses dan bikin orangtua bangga. Nah, tuh kan ujung-ujungnya sama-sama pengen suskes dan orangtua bahagia.

“Kalo kita sama-sama ngotot hanya bikin suasana semakin nggak bagus,” kata Dwitasari, penulis novel Raksasa Dari Jogja dan Jatuh Cinta Diam-diam ini. Dwita pernah mengalami hal begini juga waktu bilang mau kuliah di sastra Indonesia. Tapi, orangtuanya minta dia masuk teknik sipil biar masa depannya lebih pasti. Alasannya, dia emang hobi nulis dan yakin bisa sukses kalau masuk sastra Indonesia. Nah, pengalaman Dwitasari ini boleh loh jadi masukan buat kamu.

Pertama, kamu perlu jelasin alasan pilih jurusan yang kamu mau. Misalnya karena nilai pelajaran eksakta kamu nggak sebaik ilmu sosial. Jadi kalo masuk teknik yang banyak ilmu eksaktanya kayak matematika, bisa nggak maksimal hasilnya. Begitu juga kalo kamu pengen masuk teknik tapi orangtua pengen masuk sospol. Nilai pelajaran di sekolah bisa kamu jadikan pertimbangan buat orangtua kenapa kamu mesti milih jurusan yang kamu mau.

Kedua, minta bantuan guru sekolah buat jelaskan ke orangtua tentang kelebihan dan kekurangan kamu terus jurusan mana yang cocok. Tujuannya biar pas kamu kuliah hasilnya maksimal karena sesuai ama kemampuan dan minat kamu sendiri. Orangtua biasanya mau dengerin saran guru karena mereka lebih tahu kemampuan anaknya di sekolah.

Ketiga, kamu juga perlu dengerin penjelasan orangtua tentang pilihannya. Orangtua pasti punya pertimbangan dan pengen kamu sukses dan bahagia. Yakin deh, nggak ada orangtua yang nggak ingin anaknya sukses dan bahagia. Makanya, mereka juga kasih saran yang dinilai bisa jamin masa depan kamu dengan pilihannya. “Apalagi orangtua kita juga yang akan biayai kuliah kita, kan,” kata Dwita. Kalau pun kita bisa cari uang sendiri, bukan berarti saran orangtua nggak perlu didengerin. “Kalo kita mau bahagiakan orangtua, saran mereka tetep kita dengerkan,” katanya.

Keempat, kalo udah dapet lampu hijau dari orangtua, kamu harus punya komitmen nggak bikin kecewa mereka. Caranya kamu tunjukkin kalo kamu serius dengan jurusan yang kamu pilih dan kamu bisa sukses dengan pilihan itu. “Minimal di tahun pertama kita bisa tunjukkan kalao kita nggak salah pilih,” katanya. Sukur-sukur deh kalo kamu bisa mencapai prestasi yang melebihi harapan orangtua dan kamu sendiri. Semakin cepat sukses dengan pilihan kamu, orangtua makin yakin kalo kamu emang nggak salah pilih dan pasti dukung kamu sepenuh hati. (afs)

 

Artikel Terkait:

Tentang admin

Selain publikasi, tim Gregetan juga menyediakan online & digital campaign, layanan content, content creation, content partnership, native ads dan social media consulting. Info lebih lanjut hubungi redaksi@gregetan.com

Cek juga yang ini..

Di Negara Ini, Senyum ke Orang Asing Dianggap Bodoh

Selain karena termasuk ibadah, senyum memang udah menjadi bagian dari budaya orang Indonesia. Kalau nggak …